Asuransi Melahirkan Tanpa Masa Tunggu

Asuransi Melahirkan Tanpa Masa Tunggu, Memangnya Ada?

Bagi yang berencana untuk memiliki momongan, memberikan fasilitas bersalin yang menjamin di masa depan bisa diwujudkan dengan cara  bisa mendaftar asuransi melahirkan. Tapi biasanya ada masa tunggu dari pembelian premi dan penggunaan fasilitas untuk asuransi jenis ini. Lalu bagaimana jika ternyata peserta asuransi tersebut tidak ingin menunggu lama? Adakah asuransi melahirkan tanpa masa tunggu?

Sebagaimana diketahui, asuransi melahirkan dimaksudkan bagi peserta asuransi yang telah benar-benar dinyatakan hamil. Namun kebanyakan jenis asuransi, selalu membutuhkan masa tunggu. Jadi, apakah memungkinkan adanya asuransi melahirkan tanpa masa tunggu? Untuk Anda yang berencana untuk memiliki momongan, simak ulasan berikut ini!

Apa Itu Asuransi Melahirkan Tanpa Masa Tunggu

Asuransi melahirkan memiliki banyak istilah lainnya, seperti asuransi persalinan ataupun asuransi kehamilan. Produk asuransi ini adalah jaminan perawatan kesehatan, yang menanggung biaya, mulai dari masa kehamilan hingga persalinan.

Keuntungan memakai asuransi melahirkan, khususnya bagi yang telah merencanakan kehamilan, adalah untuk mengurangi biaya untuk perawatan, mulai dari hal kecil, seperti pemeriksaan kehamilan, persalinan, atau bahkan tanggungan biaya medis untuk kecelakaan kehamilan, seperti keguguran.

Biasanya, asuransi melahirkan ini memiliki masa tunggu sekitar 12 bulan. Artinya pengguna asuransi harus menunggu 12 bulan, sebelum bisa menikmati fasilitas yang ditawarkan produk asuransi. Bagi Anda yang merencanakan pendaftaran asuransi melahirkan dapat membaca informasi 10 asuransi kesehatan terbaik di indonesia, untuk mendapatkan fasilitas dan layanan terbaik.

Dengan adanya masa tunggu tersebut, memungkinkan peserta asuransi kemudian merasa ragu untuk memilih jenis asuransi ini. Adapun alasannya tentu saja, karena pada umumnya ibu hamil tidak bisa menunggu waktu yang lebih lama lagi, agar bisa menikmati layanan dari asuransi ini.

Belum lagi, sebagian peserta merasa keberatan, jika sejumlah layanan tersebut harus dibayarkan terlebih dahulu, dengan menggunakan uang pribadi. Sebelum akhirnya ada penggantian dari pihak asuransi. Karena itu, memang sangat dibutuhkan jenis asuransi melahirkan yang tidak membutuhkan waktu tunggu. Namun pertanyaanya adalah, apakah ada asuransi melahirkan dengan tipe seperti itu?

Seberapa Pentingnya Asuransi Melahirkan Itu?

Pada pembahasan sebelumnya mengenai asuransi melahirkan, telah disampaikan mengenai manfaat asuransi melahirkan atau kehamilan. Diantaranya yaitu memberikan jaminan perawatan kesehatan, yang menanggung biaya, mulai dari masa kehamilan hingga persalinan.

Penggunaan asuransi melahirkan jauh lebih efektif daripada Anda menyiapkan biaya hanya dengan menabung. Mengapa demikian? Karena asuransi melahirkan dapat menanggung, apabila terjadi kecelakan medis atau komplikasi pada ibu, maupun calon bayi, yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak murah.

Sebagai gambaran, berikut ini penjelasan mengenai manfaat dari asuransi melahirkan, berdasarkan paket yang dipilih. Diantaranya:

Dari gambar di atas, kiranya sudah bisa membuka wawasan Anda, tentang bagaimana pentingnya sebuah asuransi melahirkan. Ada baiknya Anda mendaftarkan asuransi melahirkan selain BPJS, karena BPJS umumnya hanya menyediakan biaya untuk melahirkan normal saja. Apabila Anda masih ragu untuk memilih asuransi melahirkan ini, dikarenakan masih mempertimbangkan faktor biaya, ada baiknya Anda membaca asuransi kesehatan murah selain BPJS.

Bagaimana Cara Klaim Asuransi Melahirkan?

Sama seperti cara klaim asuransi kesehatan pada umumnya, untuk melakukan klaim asuransi melahirkan terdapat metode klaim reimbursement. Dimana metode reimbursement ini mengharuskan Anda untuk menyiapkan dokumen pendukung, mengisi formulir klaim, kemudian mengirimkan dokumen ke perusahaan asuransi (sama dengan perusahaan untuk proses aktivasi polis), setelah itu barulah Anda menunggu pengajuan klaim. Apakah diterima ataukah ditolak.

Sementara itu, untuk metode klaim cashless, Anda harus menyiapkan kartu peserta asuransi dan KTP, yang  ditujukan kepada pihak administrasi rumah sakit rekanan perusahaan asuransi Anda. Kemudian, tagihan klaim akan langsung diproses saat itu juga.

Baca Juga : Keunggulan Asuransi Kesehatan Untuk Orang Tua Prudential

Ciri-Ciri Asuransi Melahirkan dengan Kualitas Terbaik

Ada banyak pilihan untuk produk asuransi melahirkan yang bisa Anda pilih. Mulai dari asuransi melahirkan yang menawarkan manfaat, maupun premi yang berbeda-beda. Karena itu, penting bagi setiap pendaftar asuransi melahirkan, untuk lebih pandai dalam memilih produk terbaik.

Dilansir dari Lifepal, ada 4 kriteria asuransi melahirkan dengan kualitas terbaik. Diantaranya:

  1. Memiliki pilihan klaim cashless dan
  2. Menjamin biaya rawat jalan pra dan pasca persalinan.
  3. Plafon asuransi, setara dengan biaya persalinan.
  4. Memiliki jaringan rumah sakit yang luas.

Jenis-Jenis Masa Tunggu dalam Asuransi

Setelah membaca tentang asuransi melahirkan diatas, maka kini Anda perlu mengetahui mengenai istilah dan manfaat dasar dari masa tunggu dalam asuransi. Masa tunggu (waiting period) adalah periode waktu tertentu, yang harus dilewati di awal, sebelum bisa menikmati manfaat dari suatu asuransi, atau klaim santunan asuransi dapat dicairkan.

Dalam asuransi kesehatan, penerapan masa tunggu artinya, Anda wajib menunggu selama periode waktu tertentu, sebelum berbagai penyakit atau manfaat tertentu yang tercantum dalam masa tunggu di polis dapat dijamin.

Selama dalam masa tunggu, klaim untuk berbagai manfaat yang ada di polis asuransi kesehatan, belum bisa Anda ambil.  Penerapan masa tunggu pada asuransi kesehatan dapat Anda lihat pada contoh di bawah ini:

Anda mengajukan aplikasi asuransi kesehatan pada tanggal 1 September 2021, dan disetujui pada tanggal 5 September 2021 (tanggal polis terbit). Apabila program asuransi kesehatan memiliki masa tunggu untuk rawat inap 60 hari sejak tanggal polis terbit. Maka fasilitas rawat inap tersebut baru dapat Anda gunakan, setelah lewat masa tunggu 60 hari, atau setelah tanggal 5 November 2021.

Masa tunggu di dalam asuransi kesehatan dibedakan menjadi 4 jenis. Diantaranya:

1.Masa tunggu awal (preliminary waiting period)

Masa tunggu awal biasanya ditetapkan pada tahap awal dari periode asuransi kesehatan yang ditanggung. Hal ini berlaku untuk layanan medis, berupa rawat inap di rumah sakit. Biasanya, masa tunggu awal berkisar antara 14 hingga 30 hari. Namun, terdapat pengecualian untuk perawatan medis akibat kecelakaan yang tidak terduga.

2. Masa Tunggu untuk Kondisi Medis Sebelumnya (Pre-existing Period)

Pre-existing period adalah masa tunggu untuk kondisi kesehatan yang telah ,atau sedang kita alami. Ketentuan masa tunggu ini dibuat berdasarkan riwayat atau kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Dalam pemilihan masa tunggu ini, perlu diketahui mengenai bagaimana riwayat dan kondisi kesehatan Anda. Meliputi penyakit apa yang sedang Anda idap, tingkatan, durasi (berapa lama) atau frekuensi terjadinya penyakit tersebut. Periode untuk masa tunggu ini cukup lama, yaitu berkisar antara satu hingga 24 bulan.

3. Masa Tunggu untuk Penyakit Kritis (Waiting Period for Critical Illness)

Masa tunggu ini mungkin yang paling berbeda, karena seluruh jaminan dan manfaat kesehatan yang terkait dengan berbagai penyakit kritis akan ditangguhkan selama masa tunggu ini. Perusahaan asuransi dapat menentukan jenis penyakit kritis yang termasuk dalam ketentuan masa tunggu ini. Durasi masa tunggu ini berkisar antara 3 hingga 12 bulan.

4. Masa Tunggu Melahirkan (Maternity Waiting Period)

Jika pada poin-poin sebelumnya berhubungan dengan asuransi untuk penyakit kritis. Namun, pada poin terakhir ini, dikhususkan untuk asuransi yang menjamin kehamilan dan persalinan. Durasi masa tunggu ini minimal berkisar antara 9 hingga 12 bulan.

Bagaimana Asuransi Melahirkan Tanpa Masa Tunggu?

Masa tunggu yang dikhususkan pada asuransi yang menjamin kehamilan dan persalinan biasanya berdurasi antara 9 hingga 12 bulan. Asuransi melahirkan tanpa masa tunggu berarti Anda dapat menikmati fasilitas produk asuransi, tepat setelah aplikasi asuransi melahirkan ini disetujui.

Contoh penggunaan dari asuransi melahirkan dengan tipe ini, adalah sebagai berikut:

Anda mengajukan asuransi melahirkan pada tanggal 1 September 2021, dan disetujui pada tanggal 5 September 2021 (tanggal polis terbit). Karena program asuransi melahirkan Anda tidak memiliki masa tunggu, maka fasilitas dari asuransi tersebut dapat langsung dicairkan, pada tanggal polis terbit.

Namun karena asuransi tanpa masa tunggu tersebut mungkin memiliki  resiko bagi perusahaan, maka diperlukan kehati-hatian. Meskipun demikian, ada beberapa perusahaan asuransi, yang menawarkan produk asuransi melahirkan tanpa masa tunggu ini. Seperti PRUMy Child dari Prudential.

Produk asuransi melahirkan yang tanpa disertai masa tunggu dari PRUMy Child merupakan salah satu asuransi melahirkan dari Prudential menawarkan premi dimulai dari Rp 400 ribu, dengan syarat usia kehamilan 20-32 minggu.

Syarat untuk usia Ibu hamil dan melahirkan tersebut haruslah berkisar antara 18 hingga 40 tahun. Pada produk ini, nasabah akan mendapatkan biaya pertanggungan hingga Rp 500 juta, serta tanggungan untuk komplikasi kehamilan, hingga 30 hari sejak melahirkan.

Demikian penjelasan tentang asuransi melahirkan, masa tunggu dalam asuransi dan asuransi melahirkan tanpa masa tunggu. Meskipun tidak banyak perusahaan asuransi yang menyediakan jenis asuransi dengan tipe ini, tetapi setidaknya ada beberapa perusahaan asuransi yang menyediakan layanan seperti itu. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda. Terima kasih!