Peluang Usaha Budidaya Ikan Mas

Karakteristik Ikan : Ikan mas (Cyprinus carpio Linn) merupakan ikan yang paling banyak dipelihara para petani di Indonesia. Ikan ini tidak saja disenangi konsumen, tetapi juga oleh para petani, mengingat ikan memiliki beberapa sifat yang baik sebagai ikan budidaya. Ikan ini tumbuhnya tergolong cepat, dalam usia setengah tahun sudah dikonsumsi dan laku di pasaran; makan makanan yang berupa tanaman maupun hewan, bahkan dapat mencerna karbohidrat dengan baik; serta masa reproduksinya tergolong cepat dan bertelur banyak, yakni sekitar 100.000-200.000 butir per kg.

Ciri-ciri ikan mas secara umum antara lain sebagai berikut :

  • Bentuk badan agak panjang dan agak pipih, bibir lunak dan dapat disembulkan
  • Memiliki dua pasang sungut/barbell di bibir atas, kadang-kadang satu pasang rudimentir.
  • Jari-jari punggung yang kedua bergigi seperti gergaji
  • Tidak memiliki lambung, tidak bergigi dan sebagai penggarusnya adalah pharing yang mengeras.

Ikan mas memiliki beberapa ras/strain. Masing-masing strain dapat dicirikan dari bentuk tubuh, sisik, bentuk mata atau gerakan. Ras yang telah dikenal diantaranya Majalaya, Sinyonya, Taiwan, Punten, Kumpay, Karper Kaca dan Kancra Domas. Disamping itu di beberapa daerah masih terdapat strain lokal. Diantara strain di atas yang tergolong unggul dan direkomendasikan oleh pemerintah untuk dikembangkan di seluruh Indonesia adalah strain Majalaya dan Sinyonya, dengan tanda-tanda sebagai berikut.

  • Ikan mas Majalaya : warna sisik hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap, badan relatif pendek, punggung tinggi membungkuk dan tipis. Kuduk bagian atas antara kepala dan punggung nyata melekuk. Penampang melintang badan semaikn tipis kearah punggung dan lebih tipis dari ras lain, moncong lebih memipih dari ras lain. Gerakan lamban, suka berenang pada permukaan air apabila diberi pakan. Perbandingan panjang terhadap tinggi badan berkisar 3,2 : 1.
  • Ikan Mas Sinyonya : warna sisik kuning muda, badan relatif panjang, mata tidak menonjol dan normal pada yang lebih muda, tetapi ikan yang sudah dewasa bermata sipit, gerakan lamban dan suka berenang di permukaan air. Perbandingan panjang terhadap tinggi badan berkisar 3,66 : 1.

Pembesaran. Di beberapa perairan ikan mas dapat diperoleh dengan mudah dari perairan umum, seperti halnya di Danau Poso. Walaupun demikian di sebagian besar wilayah Indonesia ikan mas dihasilkan dari kegiatan budidaya. Dalam budidaya ikan kegiatan budidaya untuk menghasilkan ikan konsumsi dikenal sebagai usaha pembesaran ikan.

Produktivitas pembesaran ikan, disamping dipengaruhi oleh jumlah ikan yang dipelihara juga oleh ketersediaan pakan dan pengelolaan kualitas air. Sehubungan dengan hal di atas, budidaya ikan mas dapat di golongkan ke dalam tiga sistem di bawah ini.

Sistem Ekstensif. Pada sistem ini sumber pakan utama adalah pakan alami yang tumbuh di kolam, yang jumlahnya sangat terbatas. Peningkatan populasi pakan alami biasanya dilakukan melalui pemupukan. Oleh karena itu jumlah ikan yang dipelihara tergolong rendah. Sistem ini dipraktekkan oleh masyarakat yang menjadikan pemeliharaan ikan sebagai sumber pangan keluarga (tidak komersial) atau memanfaatkan sawah dikala menganggur (sistem penyelang). Di daerah-daerah yang perikanannya baru berkembang, terutama di luar Jawa, budidaya ikan mas menerapkan sistem ini. Optimasi pemanfaatan lahan dilakukan dengan memelihara ikan mas ini dengan ikan lain yang makanannya berbeda (polikultur), misalnya dengan ikan tawes, gurame dan tambakan. Dengan sistem ini produksi ikan mencapai 500 kg/ha/musim. Satu musim berlangsung tiga – empat bulan.

Sistem Semi intensif. Pada sistem ini petani dapat memanen ikan yang lebih banyak melalui penebaran ikan yang lebih padat disertai pemberian pakan murah yang kaya karbohidrat, seperti jagung atau sorghum, disamping pakan alami. Dengan cara ini produktivitas yang dicapai adalah 1000-2000 kg/ha/musim. Cara ini biasa diterapkan pada pendederan benih dan pembesaran ikan di daearh-daerah penghasil jagung, seperti di Minahasa.

Sistem Intensif. Produktivitas yang lebih tinggi dari pada kedua sistem sebelumnya dicapai melalui penebaran benih yang lebih tinggi disertai pemberian pakan dari luar yang kaya akan proten (berupa pelet). Produktivitas yang dicapai dengan cara ini pada kolam air tenang adalah 3-5 ton/ha/musim. Dengan kondisi perairan yang dipertahankan baik melalui pengaliran aliran air deras atau kotoran larut dalam badan air yang luas maka produktivitas dapat dicapai sebesar 500-1000 ton/ha/musim (budidaya ikan di kolam air deras dan jaring apung). Bahkan dalam pemeliharaan ikan di jaring apung di danau yang oligotrofik (tidak subur) seperti Danau Toba produktivitas mencapai 4000 ton per ha jaring apung.

Pada pembesaran ikan mas pemilihan teknologi sangat penting untuk mendapatkan hasil budidaya yang optimal. Dewasa ini berkembang teknologi pembesaran ikan intensif di jaring apung yang memiliki kelebihan dibanding teknologi pembesaran di kolam air tenang dan air deras, sehingga usaha budidaya di kedua teknologi yang disebut terakhir tadi tidak berkembang bahkan menurun. Kelebihan tersebut antara lain produktivitas dan efisiensi pakan lebih tinggi serta tidak memerlukan investasi dalam bentuk pembelian lahan yang saat ini mahal. Uraian usaha pembesaran ikan mas di jaring apung yang lebih rinci akan disajikan dalam bab-bab berikutnya.

Pada pembesaran ikan di jaring apung digunakan benih ukuran sekitar 10 gram per ekor. Benih ini dihasilkan oleh dua kelompok usaha budidaya ikan lainnya, yaitu kelompok usaha pembenihan dan pendederan.

Pembenihan yaitu usaha untuk menghasilkan ikan ukuran kebul (benih ukuran 2-3 cm). Usaha ini dimulai dari pemeliharaan induk untuk mencapai kematangan kelamin, pemijahan, penetasan, pemeliharaan larva hingga pendederan pertama.

Pematangan kelamin umumnya dilakukan di kolam air tenang dan kolam air deras. Untuk mendapatkan kualitas telur yang baik petani sudah biasa memelihara ikan dengan pemberian pakan yang kaya protein (pelet 25% protein). Secara tradisi di daerah Priangan (Jawa Barat), petani menambahkan kecambah biji-bijian (sekam padi) sebagai sumber vitamin E. Ikan yang baik untuk mulai dipijahkan setelah mencapai umur diatas satu tahun, walaupun beberapa jenis ikan mencapai kematangan gonad di bawah satu tahun. Ikan dianggap baik untuk dipijahkan kembali tiga bulan kemudian.

Pemijahan yang berkembang hingga saat ini dilakukan melalui perangsangan alam, yaitu melalui pengeringan dan pemasangan kakaban untuk tempat penempelan telur. Keesokan hari sejak induk ikan disatukan di kolam pemijahan ikan sudah menghasilkan telur yang telah dibuahi. Selanjutnya induk dikembalikan ke kolam induk dan telur dirawat agar embrio berkembang baik. Dua hari kemudian telur menetas menjadi larva. Larva dirawat selama tiga-lima hari sebelum di pindahkan ke kolam pendederan pertama.

Tahap akhir dari kegiatan pembenihan adalah pemeliharaan larva di kolam pendederan pertama. Pada pendederan pertama larva dipelihara selama 3 minggu hingga mencapai ukuran 2-3 cm. Pada pemeliharaan ini pakan alami ditumbuhkan melalui pemupukan (terutama menggunakan kotoran ayam) dan penggenangan air selama lima – tujuh hari. Setelah pakan alami tersedia larva ikan ditebarkan. Selama pemeliharaan ikan diberi pakan. Untuk kepadatan 100-200 ekor/m² diberi pakan tambahan berupa dedak, sedangkan pada kepadatan di atas 400 ekor/m² diberi pakan tepung berkadar proten 38%.

Pendederan kedua adalah usaha yang banyak dijalankan petani untuk menghasilkan ikan yang siap ditebar di jaring apung. Pada pendederan ini, ikan mas ukuran 2-3 cm dipelihara di kolam atau di sawah hingga mencapai ukuran 100-150 ekor per kg.

Pendederan yang berkembang baik dan berperan sangat penting dewasa ini adalah pendederan di kolam atau sawah yang mendapat pengairan yang kaya akan bahan organik, seperti pengairan yang telah melewati daerah pemukiman. Di tempat ini ikan dapat tumbuh dengan pesat dalam kepadatan tinggi, walau tanpa pemupukan maupun pemberian pakan tambahan, seperti halnya yang terjadi di wilayah Bandung Selatan (Bojong Soang, Cigereleng, dst.) atau di Cianjur. Hubungan antara ketiga usaha ini dapat dilihat pada Gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published.